Sejarah

SEJARAH SINGKAT SMA NEGERI  66 JAKARTA

Pada awalnya SMAN 66 Jakarta merupakan kelas jauh SMAN 34 (1980-1981). Saat itu kelas jauh memiliki empat kelas dan menempati gedung SMAN 34 di jalan Margasatwa Raya No. 1 dan belajar pada siang hari.

Setahun kemudian, tepatnya tanggal 1 Juli 1981, kelas jauh SMAN 34 ditunggalkan menjadi SMAN 66 Jakarta dengan SK menteri PDK No. 0220/0/1981 tertanggal 14 Juli 1981. Bertepatan dengan tahun pembelajaran 1981/1982 SMAN 66 menempati gedung SD Inpres di jalan Bango III Pondok Labu dengan kepala sekolah Bapak Drs. Priatna Sutisna (1980-1989), dibantu oleh satu orang wakil kepala sekolah. Seiring minat masyarakat (lulusan SMP) yang kian meningkat, maka SMAN 66 dua tahun kemudian memperluas lahan sebanyak 1200 M. Melalui tanah wakaf POMG yang ditandatangani oleh Bapak Syarif Hidayatullah sebagai ketua POMG saat itu. Di atas tanah tersebut, kemudian dibangun kelas baru, ruang perpustakaan, laboratorium IPA dan kantin sekolah. Daya tampung saat itu menjadi 15 kelas, yaitu kelas I lima kelas, kelas II lima kelas, dan kelas III lima kelas.

Kepala sekolah yang telah memimpin SMAN 66

  1. Priatna Sutisna (1981-1989)
  2. Hudiyah Sembada (1989-1993)
  3. Suyitno (1993-1996)
  4. Sudiyati Supangat (1996-2000)
  5. Ali Amrin M.M. (2000-2003)
  6. H. Muchtar Effendi (2003-2006)
  7. Maman Suwarman (2006-2009)
  8. Sugiyono, M.Pd, M.Si (2009-2013)
  9. H. Suhari (2013-2015)
  10. H. Sukarmo, M.Pd (2015 – 2016)
  11. Kusnyoto,S.Pd ( 2017 – sampai saat ini)

Dalam usianya yang sudah 35 tahun ini SMA Negeri 66 sudah mengalami berbagai perubahan dan peningkatan mulai dari bentuk fisik bangunan sampai dengan berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik. Saat ini SMA Negeri 66 berstatus sebagai sekolah rintisan mandiri dan sekolah inklusi. Pada acara Ulang Tahun ke 30 SMA 66 berhasil membentuk Ikatan Alumni (ILUNI 66).

Sejarah Berdirinya SMA 66 Jakarta

28 Juli 1980 Berawal dari semakin tingginya arus permintaan untuk menuntut ilmu di SMA Negeri 34 Jakarta, namun dilihat dari sarana dan prasarana baik tempat maupun tenaga pengajar sangatlah terbatas. Maka diadakan rapat mengenai masalah tersebut.

30 Juli 1980 Demi menuntaskan masalah tersebut, maka berdasarkan keputusan yang telah dicapai dalam rapat, SMA 34 mengajukan permohonan untuk membuka Kelas Jauh ( KJ ) kepada Ka.Kanwil Departemen P Dan K DKI Jakarta.

6 Agustus 1980 Akhirnya permohonan untuk membuka SMA 34 KJ disetujui oleh Sekretaris Kanwil Departemen P Dan K dan dari bulan ini juga langsung dilakukan persiapan-persiapan untuk membuka SMA 34 KJ

20 Juli 1981 Setelah memperoleh “lampu hijau” dari Departemen P Dan k DKI Jakarta, berjuta kesibukan telah dilakukan demi mempersiapkan SMA 34 KJ. Dengan penuh harapan akhirnya dapat dipergunakan sebagai lingkungan belajar mengajar.

10 April 1982 SMA 34 KJ resmi menjadi SMA 66 Jakarta.

Tahun 1999 – 2002 Salah satu keistimewaan SMU 66 Jakarta ialah ditunjuk sebagai SMU Terpadu sejak tahun 1999 melalui surat Keputusan : Kep. 72/101.B2/LL/99 dimana saat itu Pimpinan Sekolah di jabat oleh Bapak Drs. Ali Amrin ( 1999 – 2002 ). Setelah sekian lama bangunan SMU 66 Jakarta berdiri yang saat itu hanya memiliki 10 lokal dan menampung 15 kelas serta semakin banyaknya minat lulusan SMP yang ingin masuk SMU 66 Jakarta, diajukanlah surat untuk melakukan rehab total bangunan SMU 66 Jakarta pada tahun 1996 dengan surat no : 433/101.4/SMU 66/A/1996 kepada kanwil. Setelah sekian lama menunggu jawaban dari pihak Kanwil, pada tahun 2000 Kanwil DKI Jakarta meneruskan permohonan tersebut kepada Gubernur dengan surat no.:541/101.E1/LK/2000. Dan akhirnya rehabilitasi total baru dapat dilaksanakan pada tahun 2002.

Tahun 2002 – 2004 Kegiatan Belajar mengajar dilaksanakan di 3 tempat, yaitu SDN 12 Pola dan 15 Pola yang berlokasi di Jalan Andara dan SDN 13 Pola yang berlokasi di Jalan Bango 2

Tahun 2004 – 2006 Setelah beberapa lama pembangunan gedung baru SMU 66 Jakarta yang sempat terhambat mulai dapat ditempati oleh Siswa – siswi pada tanggal 26 Januari 2004. Gedung dengan berlantai 3 yang mampu menampung 20 kelas, pada tanggal 6 Februari 2004 Diresmikan Penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Tahun 2006 – 2010 Perubahan nama sekolah dari SMU menjadi SMA. Kemajuan yang semakin pesat baik secara fisik maupun non fisik. Bahkan kini sudah dibangun sarana ibadah sebuah Masjid Khunuzul Ibad yang bermakna Tempat para Pengabdi Allah yang terletak di belakang halaman sekolah yang diresmikan pada tanggal 7 September 2007. Ruang kelaspun sudah bertambah menjadi 21 ruang.

Tahun 2010 – sekarang Memasuki Tahun Tiga Dasawarsa, SMAN 66 mengukuhkan hari Jadinya pada rapat Dewan guru dan Karyawan pada tanggal 30 Juni 2010. Hasil Musyawarah bersama tersebut mengukuhkan “Hari Jadi SMAN 66” pada tanggal 01 Juli 1981.

Comments are closed.

© 2017 SMA Negeri 66 Jakarta. All rights reserved.